Definisi Malas & Siasat Menghadapinya

Gary Almas Samaita


Menurut KBBI, kata 'malas' dapat didefinisikan dalam dua makna. Makna pertama adalah tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu. Sementara makna kedua adalah segan, tidak suka, tidak bernafsu. Kedua makna ini mungkin yang paling tepat. Bukan hanya sekali-dua kali kita melihat seseorang enggan mengerjakan sesuatu. Entah karena timbal baliknya yang minim, atau juga karena memang tidak ada gengsi yang bisa diperoleh di sana.


Bagi saya malas adalah aksi yang timbul akibat tidak bertemunya rencana dan tenaga. Ada kalanya kita memiliki rencana-rencana untuk hidup kita. Mulai dari yang kecil hingga yang besar, juga yang berjangka pendek hingga panjang. Namun, apalah artinya rencana jika tidak ada tenaga untuk melakukannya. Tanpa ada tenaga, kita cenderung menunda rencana-rencana yang sudah disusun begitu rapi.

Ada kalanya pula kita memiliki tenaga. Sehat masih kita miliki, waktu senggang begitu panjang. Tapi tanpa ada rencana, bisa jadi semua itu berlalu tanpa sempat termanfaatkan. Tanpa rencana, tenaga yang ada terlewat begitu saja, hilang entah kemana, sepanjang waktu berleha-leha.

Meski kesempatan untuk malas itu seringkali muncul, bukan berarti kita cukup berpasrah diri. Selalu ada solusi yang bisa dilakukan untuk menghindari malas dan waktu yang terbuang. Ada beberapa siasat yang berhasil saya coba setiap kali godaan berbuat malas tiba, mungkin dapat menjadi manfaat bagi anda:

Jika ide terlintas saat tenaga terbatas, catat segera sebelum hilang tanpa bekas!

Ide-ide cemerlang yang bisa menyelesaikan permasalahan saya seringkali terpikirkan pada saat tenaga dan waktu yang terbatas. Jika saat itu tiba, maka kita bisa mencatatnya untuk diteliti kembali di waktu yang akan datang. Sayang bukan, jika saat tenaga dan waktu tersedia, tapi ide yang sempat terlintas tak kembali ke benak kita?

Kita bisa simpan semua ide itu di mana pun. Lebih baik jika tersimpan di dalam wadah yang sering kita lihat kembali. Contohnya, Evernote dan Google Keep. Jika tak ada akses internet, kita bisa sediakan buku atau kertas bekas yang bisa digunakan kapan pun.

Jika tenaga tersedia saat tak ada rencana, lakukan kegiatan apapun yang positif!

Tenaga dan waktu begitu luang bukanlah kesempatan yang sering datang. Saat keduanya kita genggam, sudah sepantasnya kita manfaatkan sebaik mungkin. Jika sebelumnya ada ide-ide yang telah kita catat, tentu momen seperti ini akan sangat bermanfaat untuk mencoba dan menyelesaikan ide-ide tersebut.

Namun jika sama sekali tak ada ide dan rencana yang bisa dilakukan, kita bisa mencoba melakukan segala hal yang bermanfaat, sekalipun tak pernah terpikirkan. Contoh mudahnya, kita bisa membaca buku atau majalah yang terdekat dari kita. Atau berselancar di internet di berbagai situs berita, seperti berita teknologi terbaru.

Bisa juga berjalan-jalan menyusuri komplek rumah kita, sekedar menghirup udara segar sekalian menyapa tetangga. Jika enggan, bisa mengajak kawan kita untuk mengobrol atau berdiskusi isu terkini. Yang terpenting, hindarkan diri dari kegiatan yang tak bermanfaat, apalagi sekedar berleha-leha.

Jika baik tenaga dan rencana tak tersedia, istirahatlah, mungkin kita lelah.

Segera selesaikan pekerjaan yang sedang kita kerjakan lalu tidur sejenak. Mungkin itu yang kita butuhkan. Bagi anda yang muslim, bisa beristirahat setiap kali adzan berkumandang lalu melangkahkan kaki ke masjid terdekat. Pada-Nya kita meminta, baik meminta ide juga tenaga.

Itulah beberapa cara yang bisa menghindarkan kita dari berbuat malas. Bagaimana cara anda menghadapi godaan malas?

6 komentar :

  1. Bisa di praktekin langsung nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan mas.. Kalau ada masukan boleh juga dibagi di bagian komentar :)

      Hapus
  2. Wah, bisa dipraktekin banget kalau sedang malas nulis content blog. Makasih banyak semangatnya ya, Gary.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa membantu.. Sama-sama, mbak Aisya.

      Hapus
  3. Balasan
    1. Tenaga selalu ada, ide yang entah kemana co :v

      Hapus